Cast : Cho Kyuhyun
Kim Yoogee (anggep aja kalian)
Kim Young Woon (Kangin)
Summary : Oh my Super Girl .. this is me…. I'll make you change!! hahaha
The Story begin
Author POV
"HOOP.. Yoogee tangkap!!"
"NE!! HOOP!!"
"LEMPAR KE ARAHKU!!!"
"SHOOT BOLANYA!!"
Seperti biasa yoogee dan beberapa temannya (cowok) sedang melakukan ritualnya sebelum pulang sekolah, yaitu bemain basket di lapangan basket sekolah, saking asiknya bermain ia lupa jika sekarang sudah menujukan waktu 6 sore
"Yoogee!! Pulang!!" seru appanya dari dalam mobil
"wahh… kayanya kita pause dulu nihh,.. tuhh si appa udah nyusul… ya udah aku pulang dulu ya!! bye chingu!!!!" ia segera menenteng tasnya dan berlari ke mobil
"kau!! Kenapa harus disusul sihh ??" appanya berbicara dengan nada marah saat yoogee telah sampai di dalam mobil
"hehe.. appa.. kan aku olahraga.." jawabnya cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"ahh!! Udah bosen ngomongnya itu terus!!" bantah appanya dan kembali focus mengemudi
Yoogee POV
HAII!! Aku Yoogee.. Kim Yoogee imnida… kalian pasti aneh mendengar nama ku yang seperti laki-laki, tapi aku menyukainya… appa ku sangat baik hati menamaiku dengan nama ini saat aku lahir, aku engga tahu apa umma menyetujuinya atau tidak, karna umma meninggal tepat saat melahirkan ku.. jadi aku tak pernah sekalipun bertemu dengannya, tapi aku tak mau bersedih hati, karna appa bilang jika aku sedih maka umma tidak akan tenang di alam sana. Umurku sekarang sudah 18 tahun, dan sebentar lagi aku akan di hadapkan dengan Ujian Nasional yang menentukan aku akan lulus SMA atau tidak, namun aku tak perduli… buat ku hidup itu untuk di nikmati bukan di buat susah…
"Yoohee!!" panggil appa dari bawah, sepertinya dari dapur
"ne appa!!" aku segera melangkahkan kakiku dan turun ke lantai bawah
"cepatlah kemari nanti makanannya dingin" ucapnya sambil menata piring di ruang tamu
"kog appa yang siapin?? Emangnya bibi Sanghoo dimana?" Tanya ku, baru kali ini aku melihat appa mengerjakan pekerjaan dapur
"bibi sedang pulang kampung untuk 2 minggu…" jawabnya sambil mengambil posisi duduk di kursi untuk makan malam
"MWO??!! Lalu siapa yang akan memberesi rumah jika bibi tak ada?? Appa kan besok pagi mau keluar kota juga?? 2 minggu juga lagi??!!" omelku dengan muka kusut
"ya kamulah…sruppp.." jawab appa sambil menyeruput air minumnya
"lahh?? Ahhh ga mau… besok itu aku padat jadwal!!" aku mengambil beberapa sendok nasi, salah satu bakul nasi ke piringku
"besok habis pulang aku mau latihan basket sama club ku appa.." ucap appa yang mengikuti cara bicaraku sekaligus menebak apa yang akan aku katakan
"ihh… bukan!! Tapi aku harus belajar dengan temanku, sebentar lagi kan mau ujian kelulusan appa…." Sergah ku dengan tampang 2 kali lebih cemberut dari yang tadi
"Cuma 2 minggu aja…" appa menyelesaikan makannya dan beranjak pergi dari ku
"appa!! " teriakku yang membuat appa membalikan tubuhnya
"mwo?" ucapnya santai
"pokoknya aku tak mau tahu!! Jika ini yang appa mau ya sudah siap-siap saja mendengar pengumuman di surat kabar bahwa KIM YOOGEE ANAK DARI SEORANG PENGUSAHA SUKSES TIDAK LULUS UN" aku berbicara kencang agar appa dapat menarik kata-katanya itu
"hahahahhahaa… KIM YOOGEE ANAK PENGUSAHA SUKSES PASTI AKAN LULUS UN" ucapnya ikut berteriak mengalahkan volume suaraku , tampaknya aku melihat semburat serngaian licik di mukanya
"appa!!! Kau menyebalkan!!" aku berlari mengejarnya hendak mencubit lengannya
"yoogee!! Kau mau appa!! Jangan cubit appa lagi… ampun" aku mendapatkan appa dan langsung mencubit appa, kami sudah seperti adik kakak bukan? Begitulah hubunganku dengan appa… menurutku ia keren sekaligus menyebalkan!
"hahahahaha… rasakan…" aku bukannya mencubitnya malah menggelitikinya
"ayo! Gadis kecilku! Kembalilah kekamarmu! Hahaha" appa tiba-tiba menggendongku ala bridal style
"appa turunkan aku!" aku memukul-mukul punggung appa
"hupp… ayo tidur .. ohya.. besok akan ada seseorang yang akan menemanimu selama 2 minggu ini… selamat malam gadis kecilku yang tomboy" ucap appa yang menjatuhkan ku dia atas kasur dan mengecup kening ku lalu beranjak ke luar dan mematikan lampu kamar
"hmm siapa yang orang itu" tak lama mataku terpejam
—esok paginya—
"annyeong yoogee!!" seru appa yang masuk ke dalam kamarku
"annyeong appa… ada apa membangunkan… aku masih ngantuk… ini kan hari libur..dan ada I minggu libur lagi appa…" aku kembali bergelung dalam selimut
"kau tak ingin mengantar appa… tak rindukah jika tak bertemu appa 2 minggu??" tanyanya dengan nada jahil, aku langsung terlonjak duduk
"ahh!! Ia mau!! Appa sudah siap?? Udah bawa baju?" aku mengucek-kucek mataku sebantar lalu menatap appa
"sudah .. ayo turun.. orangnya udah dateng… " appa segera keluar kamar dan aku mencuci muka sebentar lalu menyusul appa di bawah
"annyeong" sapaku lagi saat ada di dapur
"Yoogee kenalkan ini Cho Kyuhyun… dan Cho Kyuhyun kenalkan ini anak adjushi Kim Yoogee" ucap appa memperkenalkan aku dan orang ini
"Yoogee ayo perkenalkan dirimu" tambahnya lagi
"ne, annyeong adjushi! Kim Yoogee imnida , adjushi bisa memanggilku yoogee saja…. " ucapku santai, sambil membungkukan badanku
"ahh? Adjushi? Tak salah dengar? Ahahahaha" ucapnya heran namun pede akhirnya tertawa
"lohh?? Kog ketawa? Appa… dia gila ya?? jelas-jelas udah tua gitu di panggil adjushi malah ga mau… dasar aneh…" ucapku ketus appa langsung menyenggol tanganku
"dia 1 tahun lebih tua dari mu yoogee.." sepertinya appa menahan tawanya juga
"ahh?? Tapi mukanya tua sekali appa…" ucapku berbisik pada appa
"ahh.. terserah lahh… ya sudah yoogee appa pergi dulu ya… jaga dirimu baik-baik.. jangan main terus.." appa mencium keningku sekilas lalu berkata pada adjushi itu
"kyuhyun… tolong jaga dia selama saya belum pulang dan bibi Sanghoon belum kembali… dan jika ia melanggar semua peraturan yang kita buat semalam… beritahu saya.. ok? Sekali lagi maaf merepotkan" ucap app sambil mengambil tas di ruang tamu
"baik adjushi… serahkan yoogee padaku" ucap kyuhyun sambil menepuk dadanya sendiri
Aku mengantar appa sampai depan gerbang rumah, dan melihat mobil app yang sudah jauh
"bye appa!! Jincha jincha saranghae!!!" ucapku berteriak sambil melambaikan tanganku pada appa
"hhmmm… ayo masuk" ucap kyuhyun dingin
"ihh… siapa kau menyuruhku masuk? Hah?" aku langsung berjalan cepat mendahuluinya masuk kerumah
Kyuhyun POV
"kau tak perlu tahu" aku menyusulnya yang hentak mengunciku dari luar
"kau tak boleh masuk!!" ia memaksa menutup pintunya namun ku tahan
"eiitss.. tak boleh melawan" aku mendorong pintunya keras dan ia yang berada di balik pintu terdorong kebelakang
"aaa!!"
"hupp" aku menangkap tubuhnya yang hendak goyah jatuh kebelakang, aku menyangga punggungnya dan kini kami saling bertatapan dengan wajah yang hanya berjarak 1 jengkal
"lepass.." ia memebenarkan posisinya itu dan berdiri dengan posisi semula
"kau berhutang" aku berjalan mendahuluinya masuk kedalam dan meninggalkannya yang terdiam di pintu
—–
1 minggu kemudian
Tak terasa sudah 1 minggu aku tinggal di rumah ini, dan hari ini adalah hari pertama setelah 1 minggu yoogee libur sekolah, katanya sekolah tengah mengadakan rapat mengenai ujian kelulusan dan serangkaian urusan-urusan lainnya
"YOOGEE BANGUN INI SUDAH JAM 6 PAGI!!!" aku mengetuk-ketuk pintu kamarnya
Clekk.. tak sengaja aku mendorong knop pintu dan tenrnyata tidak terkunci dan aku lagsung masuk ke dalam
"yoogee… cepat bangun!!!" aku berteriak tepat di kupingnya ia pun tersentak dan langsung membuka matanya
"kau!! Kenapa masuk tanpa ijin?! Hah?!!" ia langsung melotot saat melihatku
"kau!! Kenapa kamarnya ga di kunci? Hah?!!" balasku dan ia mati kutu
"cepat keluarrrrrr!!" ia mengusirku bagai mengusir seorang anak kucing
"hei sopan sedikit sama yang lebih tua.." aku pun menyingkir dari hadapannya
——-
"ayo cepat turun!" ucapku tanpa menolehnya larna aku mendengar ada suara langkah kaki terburu-buru dari tangga, siapa lagi kalau bukan dia?
"roti?? " ia melihat meja makan yang hanya terdapat roti dan selai
"kau?" aku melihat penampilannya, 'astaga… mengapa sekolah pake celana? Dia inikan perempuan…' batinku
"apa lihat-lihat?" ia menatapku dingin, aku tak menyangka appanya membiarkannya seperti ini, tak seharusnya seorang wanita memakai celana di sekolah yang mengharuskan muridnya berpakaian sesuai gender
"ganti dengan rok" aku kembali mengalihkan pandangan ku ke meja makan dan mulai duduk untuk sarapan
"kau? Menyuruhku?? Kau pikir kau siapa?" dengan santai ia mengambil sebuah roti dan memakannya sambil pergi menuju keluar
"dilarang makan sambil jalan… kesini dan duduk dengan tenang.." aku berkata tanpa menolehnya namun terdapat sebuah ancaman dari kata-kataku itu
"aku tidak mau" balasnya sambil terus melangkah
"baiklah… sepertinya kau tak ingin mengecewakan appamu yang sedang sibuk…" kini ia berbalik dan dengan mendesah terpaksa ia menghentakkan kakinya dilantai dan berjalan menuju meja makan
"kau!! Brengsek!" sungguh kasar perkataannya itu… namun ia tak menunjukan ia yang seperti ini pada appanya, berarti dapat di simpulkan jika ia sangat menyayangi appanya, bagus… cara ampuh untuk menaklukannya
Setelah selesai makan—
"masuk" aku membukakan pintu mobil mempersilahkannya masuk, ia pun masuk dengan tampang cemberut karna sebelumnya ia sempat menolakku antar
Sesampainya di sekolah yoogee—
Author POV
Kyuhyun membukakan pintu mobil dan yoogee pun keluar
"hati-hati… simak pelajaran dengan baik" nasehat kyuhyun pada yoogee
"cerewet" tanpa menoleh yoogee pun terus berjalan masuk ke sekolah dan tak menghiraukan perkataan kyuhyun
——
"ahh sudah hampir setengah lima sore sebaiknya menjemput yoogee sekarang " kyuhyun melangkahkan kakinya menuju mobil dan segera melaju kesekolah yoogee
"dimana anak itu?? Ahh itu dia…" kyuhyun melihat yooge dari jauh dan segera menghampirinya
"ayo pulang.." kyuhyun menarik tangan yoogee dan membawanya ke dalam mobil, yoogee nampak mencoba untuk menolak
"kau benar benar keras kepala" ucap kyuhyun sambil menstarter mobilnya
"kau pikit kau siapa hah? Kenapa kau selalu seenak-enaknya menyuruhku?" tanyanya membentak kyuhyun namun kyuhyun tak menggubrisnya
——-
Yoogee POV
"akhirnya sampai dirumah… ohya.. ada laihan sebentar lagi… mana sepatu basketku?" sesampainya aku di rumah aku langsung mencari keberadaan sepatu besketku karna sebentar lagi ada latihan, ahh bukan sebenarnya hanya main-main saja, latihan hanya sebagai suatu alasan ku agar bisa keluar rumah, lagian sudah satu minggu lamanya aku terkurung di rumah ini dengan si adjushi itu, aku ingin refreshing
"kau mencari ini?" tiba-tiba kyuhyun mucul dari pintu kamarku sambil meneteng sepatu besket ku
"ahh..ia.. sini" aku menghampirinya dan hendak mengambil sepatu itu namun ia menghindari sepatu itu dari gapaian tanganku
"kau!!" ucapku lagi sambil mencoba meraihnya
"mulai sekarang hingga seterusnya sampai kau lulus kau tak boleh bermain basket lagi.." ucapnya santai dan pergi dari hadapanku
"KAU!! Kau pikir kau siapa?!! Hah!! Kau ini hanya orang gila yang disuruh appa untuk menjagaku!! Ini rumah ku!! Jadi sebaiknya jika kau menumpang di sini kau HARUS TAHU DIRI!!!" ucapku meluapkan setengah dari emosiku dan menekan kata-kata terkhirku agar dia sadar bahwa ia disini hanya menumpang
"persetan dengan tahu diri!! Hah!! Siapa yang numpang !! aku ini juga punya rumah!! Kau anak ingusan!! Sudah ku bilang dari awal kau itu tak perlu tahu siapa aku!!" kini mukanya berubah menjadi sangat menyeramkan, tak ku sangka matanya itu seperti evil jika sedang marah, aku jadi ingat dengan si culun itu… dia sahabatku waktu aku masih kecil dan kami berpisah waktu umur aku 8 tahun dan ia 9 tahun karna keluarganya harus pindah ke Jepang, kita memang berbeda umur namun jaraknya tak begitu jauh dan kalian tahu?? Namanya sama dengan si cho kyuhyun ini.. ayolah… ada banyak sekali orang di dunia ini yang namanya sama dengan orang ini.. tapi aku yakin cho kyuhyun sahabat ku itulah yang terbaik
"kau!! Berani membentakku?!! Baiklah jika itu maumu!" aku melangkah keluar dan memakai sepatu biasa lalu melompat pagar rumah dan berlari sekencang-kencangnya menuju besecamp, nampak kyuhyun menghentikan aksi pengejarannya pada ku di depan pintu pagar
"hahaha… kau takan bisa melarangku" ucapku sambil terus berlari
Kyuhyun POV
"sial…hh..hh.." nafasku tersengal-sengal aku tak kuat mengejarnya bisa-bisa asma ku kambuh
Aku segera melangkahkan kakiku ke dalam rumah
09.30 P.M
"aigo… anak ini kemana sih?? Sebaiknya aku susul.. kata adjushi ia biasa bermain di lapangan belakang komplek" aku segera mengambil kunci mobil dan pergi menuju lapangan itu
Aku turun dari mobil dan mengedarkan pandangan ku ke seluruh tempat itu dan sepertinya ada rebut-ribut disana… ahh yoogee!! Jangan sampai ia kenapa-napa
"yoogee!!" aku melihat ia sedang dipukuli oleh segerombolan orang preman, aku lantas langsung berlari mendekatonya
"jangan sentuh dia!!!!" aku melerai preman itu dan menjauhi yoogee dari para preman itu
"kau siapa!! Hah!! Dia kalah tanding!! Jadi ia harus membayar kekalahannya!" ucap salah seorang preman yang hendak memukulku namun aku menangkisnya
"lawan aku jika kau berani!!" aku segera mengambil ancang-ancang dan dalam hitungan detik mereka menyerangku tanpa ampun namun dalam sekejap aku berhasil menumbangkan mereka satu persatu dan pertarunganpun di menangkan olehku, dan mereka lari tunggang langgang
"akhh…" aku memenggang dadaku yang kini sudah terasa amat sakit,, asma ku kambuh
"kyuhyun… kau kenapa?" yoogee berlari mendekatiku, kakinya pincang sebelah akibat dipukuli
"ahh… hh~~… hheehhh" dadaku sangat sesak, aku tak kuat
"kau.. punya penyakit asma?" ia mengangkat kepalaku dan menaruhnya di pahanya
"hhh…hihhhh….ahh…" nafasku terus saja tersengal-sengal hingga akhirnya ada sesuatu yang menyentuh bibirku lembut, ia memberi nafas bantuan untukku
"bagaimana? Sudah baik?" ia melepaskan bibirnya dan menatapku khawatir
"hhh~~ sudah.. se-di-kit.. a..ayo..pu…lang" aku mencoba bangun dan membantunya berdir walau jujur aku sangat tak kuat karna dada ku masih saja sakit
"naiklah" aku membukakan pintu mobil untuknya
"tidak biar aku yang mengemudikan mobilnya, kau masuk" ia mendorong tubuhku pelan untuk masuk kedalam, aku tak bisa menolak, kini aku benar-benar lemah
"pasang seat beltnya" ia langsung membawa mobilnya ke rumah
@ home
Ia memapah tubuhku untuk masuk kedalam
"sudah.. aku bisa berjalan sendiri" aku segera bergegas masuk mendahuluinya dan duduk di sofa ruang tamu dan memejamkan mataku, sesaat kurasakan ada orang yang mengompres pipiku yang memar
"ahh.. apa yang kau lakukan?" aku menepis tangannya pelan
"maaf…" ia tertunduk
"tak perlu…" namun dengan cepat ia kembali mengompres pipiku, kali ini aku biarkan
"kau kemana?" aku betanya padanya saat ia berbalik
"tunggu di sini.. akan ku ambilkan bajumu.." ia menjawab tanpa menoleh ke arah ku
Beberapa saat kemudian
"ini baju mu… buka dulu.. aka ku obati… sepertinya dadamu teruka juga" ia melempar bajunya padaku dan tak ku tangkap
"ahh.. baiklah,," dengan pasrah aku membuka t-shirt ku dari pada memulai perang
"lukamu parah.. " ia melihat bagian ulu hatiku dan segera mendekatiku untuk mengompresnya kembali
Yoogee POV
Tubuhnya sangat lemah dan banyak terdapat luka, aku benar benar merasa bersalah padanya
"aww" keluhnya saat aku mulai mengompres bagian ulu hatinya
"tahan sebentar kalau tidak nanti bisa…" kata-kata ku terputus begitu melihat tanda lahir di bagian perut sebelah kirinya, dan dengan hitungan detik air mataku mengalir
"kau kenapa menangis" ia menatap mukaku bingung
"kyunie.." aku memeluknya dan memanggilnya dengan sebutan nama kecilnya, ya… dia yang selama ini aku benci setengah mati adalah sahabatku sendiri, tanda lahir itu berbentuk oval berwarna coklat pekat dan terletak di perut kiri kyunie, tidak ada lagi selain kyunie ku yang punya…
"akhirnya kau menyadarinya yoonie" aku membalas pelukanku, Tuhan… sungguh jahatnya aku … selama ini aku sia-siakan adalah seseorang yang selama ini aku cari.. sungguh bodohnya aku
"kenapa kau tak bilang!" aku melepas pelukanku dan menatapnya tajam
"maaf… aku hanya menunggu saat yang tepat" ia memelukku kembali
"kyunie… hiks…hiks.. aku merindukanmu… jangan tinggalkan ku lagi… aku selalu kesepian…" aku mengeratkan pelukanku
"tidak…tidak akan pernah…" ia meneteskan iar matanya dan mengecup pucuk kepalaku
"hiks…hiks…kyunie… maafkan aku selama ini…"
"sssttt… sudahh… lupakan yang kemarin… aku sudah memaafkannya… sudah jangan menangis lagi yoonie ku…." Ia mengelus-elus kepalaku dan melepas pelukannya
"yoonie… akhirnya aku menemukanmu… sudah lama aku ingin mengatakan ini…" ia memenggang kedua pipiku erat
"apa?" aku menatapnya sendu sambil terus menitihkan air mataku… aku memang cengeng walaupun aku tidak feminine
"saranghae…. Jeongmal saranghae…" ia mengecup keningku sangat lembut .. aku memejamkan mataku …untuk beberapa saat ia masih tetap menempelkan bibirnya di keningku, namun setelah itu melepasnya
"na do…na do saranghae" balasku sesengukan
"would you be my yeojachingu..?" ucapnya lebut sekali
"ne… sangat ingin…" aku kembali memeluknya dan kami berpelukan sepanjang malam…
Kini aku bukan yoogee yang dingin serta menyebalkan lagi… aku adalah yoogee yang feminine dan ramah kepada semua orang, aku menjadi seperti ini semuanya karna kyunie oppa.. semejak hari itu… hari dimana aku menemukannya lagi…aku telah berubah total, hingga menjadi seperti sekarang
"oppa… bagaimana aku cantikkan??" Tanya ku pada kyunie oppa sambil memutar tubuhku untuk memperlihatkan dress baru ku yang baru saja di belikan oleh kyunie sebagai hadiah karna aku behasil lulus denga nilai memuaskan tentu saja itu berkatnya
"ahahahaha… sampai kapanpun kau yang paling cantik…." Ia memelukku dari belakang dan kami nampak terlihat di sebuah cermin besar
"lihat di kaca… kita seperti seorang suami istri bukan?" ia menatap tubuh kami yang saling berpelukan di cermin
"ia ya…" aku mengangguk setuju
"lihat baju ini… sangat cocok untuk mu… kau nampak lebih keibuan" ia menatapku dengan senyum jahil
"ohh.. jadi kau maksud aku ini seperti ibu-ibu…. Ahh!! CHO KYUHYUN AWAS KAU!!" aku memukul kepalanya dengan tas yang ku bawa
"ahahaha… ampun…ampun… engga lagi-lagi… ia ampun…" teriaknya saat tak henti-henti aku memukulnya
THE END
Author : Cho Yoogee



No comments:
Post a Comment